Menjalani Hidup Yang Lebih Baik dengan Pendekatan Yang Lebih Waras

Foto Buku "Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat" Karya Mark Manson (20/12/22) Pukul 21.00 WIB (Dok.Pribadi/Debora Nathania)
Tangerang Selatan - Membaca buku yang berkaitan dengan self development atau psikologi manusia ternyata sangat bermanfaat untuk menyegarkan pikiran, Fit People. Selain bisa membantu proses pengembangan diri, buku berkategori self development dan psikologi membantu kita untuk meraih ketenangan dan mengatur pola pikir menjadi lebih teratur. Membaca buku juga bisa membantu kita melepaskan hormon kortisol (hormon stress), sehingga kita bisa mengatur pikiran menjadi lebih tenang. Ketenangan dan proses pengembangan yang kita dapatkan dari membaca buku, tentunya akan berpengaruh besar bagi kesehatan mental kita yakni membantu kita juga untuk melakukan refleksi diri serta proses menemukan solusinya.
Buku “Sebuah Seni Untuk Bersikap Bodo Amat“ karya Mark Manson seorang blogger New York yang sukses dengan blog-nya karena telah dikunjungi sekitar 2 juta orang setiap bulan. Mark menerbitkan buku ini dan berhasil masuk menjadi buku best seller versi New York Times dan Globe and Mail.
Buku ini mendorong pembacanya untuk membuka pikiran akan adanya hal-hal penting di dalam kehidupan yang dirasa tidak perlu untuk dipersoalkan. Mark di dalam buku ini membantu kita untuk menjadi lebih cuek pada hal-hal yang kurang penting melalui sebuah seni bersikap.
Mark menekankan pada 3 poin bersikap yang menjadi kunci, yakni yang pertama menjadi masa bodoh terhadap segala halangan dan perjuangan yang akan kita hadapi dalam mencapai keinginan. Lalu yang kedua, fokus untuk menemukan hal-hal penting yang layak untuk diprioritaskan sehingga hal-hal sepele tidak lagi dihiraukan. Terakhir, yang keiga ialah dapat memilai skala prioritas kepentingan saat beranjak dewasa. Ketiga hal tersebut menjadi poin yang cukup sederhana namun memiliki dampak yang sangat besar untuk kita bisa tetap bahagia.
Pembahasan menarik di dalam buku ini yang bisa membuka pikiran kita ialah tentang arti dari penderitaan di dalam kehidupan. Dengan judul sub bab Nilai Penderitaan, membahas mengenai lapisan kesadaran diri kita dalam mengartikan penderitaan dan bagaimana pola pikir menghadapinya.
Dalam bagian sub bab tersebut, Mark mengaitkan dengan cerita pengorbanan dari Letnan Dua Hiroo Onoda dari Angkatan Darat Kekaisaran Jepang di tahun 1944. Mark membuka pikiran pembaca dengan mengajak pembaca memikirkan apa arti penderitaan yang kita jalankan dan demi tujuan apa penderitaan tersebut. Mark menjelaskan bahwa seperti seorang prajurit yang rela menderita karena menilai penderitaan mereka bermakna sesuatu yang sangat besar serta selalu memiliki alasan besar dibaliknya. Dan karena memiliki arti tersebut, para prajurit mampu menanggung derita dan bahkan menikmatinya.
Mark juga menuliskan bagian yang sangat menarik yakni “Jika penderitaan tidak bisa ditolak, jika permasalahan dalam kehidupan kita tidak dapat dihindari, pertanyaan yang harus kita ajukan bukan ‘bagaimana saya menghentikan penderitaan?’ tetapi ‘mengapa saya menderita - demi tujuan apa?’’. Buku ini sangat bagus dalam memberi pemahaman tentang arti penderitaan yang kita lakukan untuk dapat membuat pikiran dan jiwa kita menjadi lebih tenang dalam menjalani penderitaan tersebut, Fit People.



Comments